Urgensi BK di Sekolah



Urgensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah

            Sekolah merupakan lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa atau murid di bawah pengawasan guru. Melalui sekolah seseorang akan mendapatkan ilmu, melalui sekolah seseorang akan ditempah kepribadian, moral, dan intelektualnya. Sekolah sangat berperan untuk melahirkan manusia yang berkualitas.  Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Pengertian bimbingan dan konseling adalah Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. Pelayanan konseling adalah suatu kegiatan antara seorang konselor (orang yang terlatih) dengan konseli (orang yang mencari pertolongan) untuk melayani kebutuhan konseli agar konseli belajar untuk berhubungan dengan dirinya dan orang lain supaya kemampuan konseli berjalan secara optimal.
            Demi mewujudkan tujuan pendidikan tadi, maka disini Bimbingan dan konseling memiliki peran yang sangat besar dalam mengembangkan potensi peserta didik, untuk membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan, kemampuan dasar serta bakat yang dimiliki, dengan berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status dan ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Bimbingan dan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupannya yang memiliki wawasan, pandangan, pilihan, penyesuaian, dan keterampilan yang tepat berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungan.
            Manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang unik, artinya bahwa antara manusia satu dengan yang lainnya berbeda-beda, dilihat dari fisiknya, kemampuan berpikirnyya, watak atau sifatnya, bakat dan minatnya, maupun permasalahannya. Dengan keberagaman itu, maka keberadaan bimbingan dan konseling amat dibutuhkan agar siswa atau peserta didik dapat ditempatkan di sekolah sesuai dengan diri mereka masing-masing. Bimbingan dan konseling juga sangat besar pengaruhnya dalam menciptakan atau memperbaiki karakter siswa.
Ditambah lagi di era Globalisasi saat ini segala hal masuk dengan cepat dan mudahnya, globalisasi memberikan dampak positif dan negatif terutama bagi siswa apabila tidak bisa menyaring dengan baik, mereka sangat rentan terkena dampak negatif dari globalisasi ini. Perusakan moral, karakter, nilai-nilai yang ada membuat kualitas siwa menjadi buruk. Untuk memperbaiki hal tersebut maka hal tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi Sekolah (dalam hal ini Bimbingan dan konseing beserta guru) dan orang tua agar bisa mengindarkan siswa dari perilaku negatif.
Winkel menjelaskan bahwa ada empat hakikat bimbingan dan konseling di Sekolah, yaitu:

  • Pertama, dalam perkembangan belajar (perkembangan akademis).
  • Kedua, mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka sekarang ataupun nanti.
  • Ketiga, menentukan cita-cita dan tujuan dalam hidupnya, serta menyusun rencana yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan itu.
  • Keempat, mengatasi masalah-masalh yang dialami terutama yang berhubungan dengan masalah yang menganggu belajar di sekolah dan terlalu mempersukar hubungan dengan orang lain, atau yang mengu bur cita-cita hidup. 
        Keempat hal tersebut akan dapat berjalan dengan lancar apabila didukung dengan mekanisme struktural di suau Sekolah.

Komentar