Langkah-Langkah Pemecahan Masalah


Langkah-langkah pemecahan Masalah
Assalamualaikum. Wr.wb
Pada kesempatan kali ini kami akan menshare blog tentang langkah-langkah pemecahan masalah, dalam memacahkan masalah harus ada caranya agar masalah tersebut dapat ditangani secara tepat. Langkah-langkah pemecahan masalah, yaitu:
11.   Gambaran Umum Masalah
Langkah awal dalam pemecahan masalah adalah mengetahui terlebih dahulu mengenai gambaran umum masalah, dengan mengetahui gambaran umum ini maka guru pembimbing atau konselor dapat mennetukan masalah apa yang sedeng dialami peserta didik. Gambaran umum masalah dapat diperoleh dengan mengamati ciri-ciri tingkahl aku, dan sikap maupun sifat yang ditunjukan peserta didik. Untuk itu perlu diketahui apa saja masalah-masalah yang mungkin dialami oleh peserta didik, diantaranya:
  • Masalah pribadi
  • Masalah sosial
  • Masalah belajar
  • Masalah keluarga
  • Menentukan sekolah lanjutan
  • Masalah keberagamaan
22.   Identifikasi Masalah
Pada langkah ini yang harus diperhatikan guru adalah mengenal gejala-gejala awal dari suatu masalah yang dihadapi siswa. Maksud dari gejala awal disini adalah apabila siswa menujukkan tingkah laku berbeda atau menyimpang dari biasanya. Untuk mengetahui gejala awal tidaklah mudah, karena harus dilakukan secara teliti dan hati-hati dengan memperhatikan gejala-gejala yang nampak, kemudian dianalisis dan selanjutnya dievaluasi. Apabila siswa menunjukkan tingkah laku atau hal-hal yang berbeda dari biasanya, maka hal tersebut dapat diidentifikasi sebagai gejala dari suatu masalah yang sedang dialami siswa.
33.  Diagnosis
Pada langkah diagnosis yang dilakukan adalah menetapkan ” masalah ” berdasarkan analisis latar belakang yang menjadi penyebab timbulnya masalah. Dalam langkah ini dilakukan kegiatan pengumpulan data mengenai berbagai hal yang menjadi latar belakang atau yang melatarbelakangi gejala yang muncul dengan menggunakan berbagai aplikasi instrumentasi.   
44.   Pragnosis
Langkah prognosis ini pembimbing menetapkan alternatif tindakan bantuan yang akan diberikan. Selanjutanya melakukan perencanaan mengenai jenis dan bentuk masalah apa yang sedang dihadapi individu. Pragnosis dapat dikatakan latar depan dari masalah, yang akan mencari rumusan dampak dari masalah tersebut. Misalnya: seorang peserta didik suka membolos, maka dalam hal ini dilihat jika masalah siswa ini tidak segera diatasi apa dampak yang akan terjadi pada siswa. Kemungkinan siswa tersebut akan mendapatkan prestasi yang buruk yang membuat dia tidak naik kelas.
55.   Treatment (Terapi)
Langkah ini berupa usaha untuk melaksanakan bantuan ataupun bimbingan kepada seseorang yang bermasalah, sesuai dengan ketentuan yang telah dirumuskan pada langkah yang ketiga (Prognosis). Usaha pemecahan ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk bantuan, antara lain layanan individual, layanan kelompok, pengajaran perbaikan, pemberian pengajaran dan sebagainya.
Langkah ini merupakan upaya untuk melaksanakan perbaikan atau penyembuhan atas masalah yang dihadapi konseli, berdasarkan pada keputusan yang diambil dalam langkah prognosis. Jika jenis dan sifat serta surnberpermasalahannya masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru/konselor, maka pemberian bantuan dapat dilakukan oleh guru/konselor itu sendiri (intervensi langsung), melalui berbagai pendekatan layanan yang tersedia.
Namun, jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau konselor sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten (referal atau alih tangan kasus)
66.   Evaluasi dan Follow up
Sebelum mengakhiri hubungan konseling, konselor dapat mengevaluasi berdasarkan performace klien yang terpancar dari kata-kata, sikap, tindakan, dan bahasa tubuhnya. Jika menunjukkan indicator keberhasilan, pengakhiran konseling dapat dibuat.
Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah upaya bantuan yang telah diberikan memperoleh hasil atau tidak. Apabila sudah memberikan hasil apa langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil, begitu juga sebaliknya apabila belum berhasil apa langkah-langkah yang diambil berikutnya.Dan Aswadi, Iyadah dan Taskiyah (2009:40) dalam langkah  Follow Up atau tindak lanjut dilihat perkembangan selanjutnya dalam jangka waktu yang lebih lama.
Dengan mengikuti langkah-langkah pemecahan masalah diatas, maka akan lebih mudah bagi seorang konselor dalam menyelesaikan masalah kliennya. Demikianlah yang dapat kami sampaikan, kritik dan saran yang membangun dari pembaca silahkan di tuliskan di kolom komentar ya..
            Wassalamualaikum. Wr.wb

Komentar